Javascript DHTML Drop Down Menu Powered by dhtml-menu-builder.com

Dua Sekoci dan Satu Helikopter

Sabtu, 24 Juli 2010 16:06:01 - oleh : admin

rtm_sekoci
Renungan Minggu XVII
Pastor Yohanes Suratman

 
Kebaikan Tuhan tak pernah dapat disangsikan. Allah adalah kasih (1Yoh 4:8). KasihNya itu kekal untuk selama-lamanya. Dalam keadaan apapun Ia tetap mengasihi kita. Juga kalau kita pun tidak setia kepadaNya, Ia masih tetap menyayangi kita karena tidak mungkin Ia bertindak, bertentangan dengan hakekat DiriNya.
 
Kebaikan Allah itu bisa terjadi dalam setiap peristiwa hidup, termasuk di dalam peristiwa yang menurut pandangan manusia itu sendiri kurang menguntungkan. Kita bisa menyaksikan apa yang sedang dialami oleh Kang Marto berikut ini.
 
Kang Marto adalah seorang petani yang keras kepala. Pada suatu ketika, terjadi banjir, lalu dia naik sampai ke atap rumahnya. Sebuah sekoci datang menghampirinya untuk memberikan pertolongan kepadanya tetapi Kang Marto berkata, “Terima kasih. Saya percaya kepada Tuhan. Ia akan menyelamatkan saya”.
 
Gelombang banjir makin besar sehingga Kang Marto harus memanjat sampai ke puncak atap rumahnya agar selamat. Sebuah sekoci lain kembali menghampirinya tetapi Kang Marto tetap berkeras untuk tidak ikut sambil menunggu penyelamatan Tuhan. Kemudian genangan air mulai membasahi kakinya di atas atap rumah itu. Sebuah helikopter menghampiri untuk menyelamatkannya. Kang Marto tetap berkeras menunggu datangnya penyelamatan dari Tuhan.
 
Karena gelombang air terus membesar, akhirnya Kang Marto tenggelam dan mati.
 
Ketika Kang Marto bertemu dengan Tuhan di alam baka, ia mengeluh, katanya, “Tuhan, saya percaya penuh kepadaMu… mengapa Engkau tidak menyelamatkanku?”
 
Tuhan menjawab, “Aku tidak menyelamatkan engkau? Pertolongan apa lagi yang kauharapkan? Tidakkah engkau tahu bahwa aku sudah mengirimkan DUA sekoci dan SATU helikopter untuk menyelamatkan engkau? Aku mendengarkan doamu minta pertolongan di saat musibah itu. Ketika dua sekoci dan satu helikopter menawarkan pertolongan kepadamu, sebetulnya Aku sendirilah yang datang menawarkan penyelamatan kepadamu.”
 
Musibah kebanjiran merupakan peristiwa penderitaan bagi Kang Marto dan bagi banyak orang lainnya. Sebetulnya dalam penderitaan itu pun, Tuhan tetap memberikan pertolongan. Ia tidak pernah ingkar janji apalagi menolak apa yang dimohon oleh Kang Marto. Ia bahkan telah memberikan dua sekoci dan satu helikopter.

Ia memenuhi apa yang telah Ia sabdakannya sendiri, “Mintalah maka akan diberikan kepadamu, carilah maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukan bagimu” (Luk 11:9). Tetapi sayangnya, Kang Marto dan juga kita pada umumnya, sering tidak mampu melihat pertolongan Tuhan ketika menghadapi penderitaan. Mengapa?  
 
Pertama-tama kesulitannya itu terletak pada cara pandang kita yang salah terhadap Tuhan. Kita mengukur kebaikan Tuhan menurut ukuran kita dan bukan menurut ukuran Tuhan sendiri. Cara pikir demikian amat berbahaya karena gambaran Tuhan menjadi amat subyektif dan relatif sekali. Tuhan bisa kita atur menurut kondisi kita. Kalau kita sedang merasa beruntung, kita akan mengatakan Tuhan itu baik sekali kepada kita. Sebaliknya kalau kita sedang kurang beruntung, misalnya kita sakit atau usahanya gagal, kita meyakini bahwa Tuhan itu tidak menyayangi kita. Padahal dalam kegagalan dan sakit pun, sebetulnya Tuhan itu tetap baik dan mengasihi kita.
 
Oleh karena itu kita perlu mengubah cara pikir kita. Kita hendaklah menyadari bahwa  rancangan Tuhan itu bukanlah rancangan kita, jalan Tuhan itu bukanlah jalan kita (bdk. Yes 55:8). Cara pandang demikian akan membantu kita untuk mengenali jalan dan rancangan Tuhan dalam setiap peristiwa hidup yang sedang kita hadapi.

Misalnya ketika kita usahanya gagal, dalam doa hendaknya kita berkata, “Tuhan ajarilah aku memahami apa sebetulnya rencanamu dalam kegagalanku ini. Kuatkanlah aku agar bisa menghadapi kegagalan ini. Semoga aku mampu melihat rencanaMu yang indah di dalam kegagalanku ini sehingga aku makin lebih bijaksana lagi dalam mengatur usahaku di masa-masa yang akan datang.”

Orang yang berdoa demikian akan dimampukan oleh Tuhan untuk melihat bahwa dibalik segala kegagalan itu masih ada berkat baginya. Akhirnya orang itu tetap mampu bersyukur kepada Tuhan karena telah mengalami berkatNya di dalam kegagalan itu.
 
Demikianlah Tuhan itu memang sungguh Bapa yang mahabaik. Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepadaNya (bdk. Luk 11:13). Semoga kita makin dimampukan oleh Roh Kudus untuk selalu memahami jalan dan rancanganNya yang sungguh selalu indah. Kita serahkan diri kita kepada Tuhan agar Ia berbuat sesuai dengan kehendakNya. Tuhan memberkati kita semua.
 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Renungan Mingguan" Lainnya