Javascript DHTML Drop Down Menu Powered by dhtml-menu-builder.com

Krisma Warnai Pesta Sewindu Paroki Batang

Minggu, 18 Juli 2010 23:45:28 - oleh : admin

mgr_krisma
Bila Tuhan menghendaki, segalanya akan terjadi. Berkaryalah dan berdoalah.

Demikian inti pesan Uskup Purwokerto Mgr Julianus Sunarka SJ saat homili ketika memimpin Perayaan Ekaristi Syukur pesta sewindu Paroki St Yusup Batang.  Perayaan berlangsung pada Sabtu, 17 Juli. Dalam perayaan ekaristi syukur peringatan paroki ini, Bapak Uskup didampingi oleh romo Paroki Batang, yaitu Rm E Suparmanto MSC dan Rm A Surya Purnawan Pr, serta ikut serta Rm Yitno (menjadi pastor paroki saat pertama berdiri sebagai paroki), Rm Miranto MSC selaku deken dekenat utara dan romo paroki Pekalongan, Rm Ag Dwiyantoro Pr.

Uskup mengajak umat untuk mengakui kebesaran dan keagungan Tuhan. Kebesaran dan Keagungan Tuhan itu merupakan anugerah yang patut disyukuri. Usia delapan tahun itu ibarat anak kelas dua SD. Ia baru bisa membaca dan menghitung tingkat dasar, maka paroki diajak tambah naik kelas. Mereka yang telah menerima sakramen krisma, sejumlah 64 orang, bertepatan dengan HUT paroki ini, diajak untuk menjadi anggota Gereja yang telah menjadi kelas 9, 10, 12 dsb.

Kedewasaan beriman dimiliki dengan kekuatan, keberanian untuk bersaksi. Ibarat pohon beringin yang akarnya menjulur sampai ke tanah dan bisa masuk ke dalam, umat makin kuat. Demikian pula menjadi tempat berteduh dari panas terik matahari dan resapan air. Karena biasanya di dekat pohon beringin ada sumber air atau sendang.  

“Menerima karunia Tuhan lewat Sakramen Krisma itu adalah terus mengakar, menyerap air, terus berkembang menjadi tempat burung-burung berteduh,” kata Uskup.
 
“Umat percaya bila Tuhan menghendaki semua akan terjadi,” tandas Uskup yang dalam homili terkesan berhati-hati dalam berbicara selepas sempat kesulitan bicara dalam sebuah acara di Klaten.

Hadir sekitar 500 umat memenuhi gedung gereja. Baik umat stasi yang membawa persembahan beraneka ragam sesuai dengan kekhayaan dan warna stasi seperti Bandar dengan tumpeng kacang dan jajanan, Kedawung dengan ketela pohonnya, Subah dengan peyek, pisang dan selai pisang, Bawang dengan sayuran, Plelen membawa madu sebagai ciri stasi tersebut. Paroki Batang memiliki delapan stasi. Wilayah paroki mencakup wilayah Kabupaten Batang. Meskipun daerah ini berada di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura), terdapat juga stasi yang berada di daerah perbukitan seperti Bandar dan Limpung serta Bawang.

Misa syukur dimulai pk 17.00 berakhir 19.15 dengan berbagai sambutan dari ketua panitia yang mengungkapkan serangkainan kegiatan seperti lomba cerita, lomba mazmur, lomba volly antar paroki dekenat utara, juga perayaan puncak. Selanjutnya sambutan rm paroki dan terakhir sambutan Uskup.  Setelah itu ramah tamah bersama. Hidangan yang disediakan disantap bersama oleh umat. Hiburan band dari anak muda paroki mengiringi acara ramah tamah.

Dwiyantoro/tr

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Berita Terkini" Lainnya